Think Miracle Indonesia Season 2

Pelatihan Public Speaking Menjadi Motivator Untuk Kalangan Mahasiswa, Siswa dan Umum di Opp-room Setdakab Aceh Tengah, 2 s.d 9 Ramadhan 1433 Hijriah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Mei 2013

Mengukur Letak Kebahagiaan

Mengukur Letak Kebahagiaan - Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, atas segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita sekalian, Allah Sang Pemilik Waktu dan Massa yang masih memberikan kita waktu untuk bisa berbuat baik bagi sesama, Sholawat dan salam kita sanjung sajikan kepada Nabi Muhammad SAW atas perjuangan beliau dan sahabat kita semua bisa menikmati indahnya Islam.

Beberapa minggu yang lalu sajikan dengan berita-berita yang terkait dengan Narkoba, Korupsi, Anarkisme dan lain-lain, sebenarnya mengapa orang bisa terjerumus kedalam lingkungan tersebut? Sebenarnya mereka tahu bahwa itu tidak dibolehkan baik secara hukum negara maupun secara hukum Agama, tapi mengapa tetap saja mereka masih juga mau berteman dengan yang namanya hal hal yang dilarang itu ?

Seperti kasus seorang artis Rafi Ahmad dan teman-temannya di gerebek oleh BNN di kediaman Rafi, menurut berita mereka tengah berpesta narkoba, ternyata bukan kalangan bawah saja yang diserang tetapi kalangan artis, anak pejabat para public figure menjadi incaran para bandar narkoba.

Semoga kasus yang menimpa Artis Tanah air kita yang tersangkut narkoba ini menjadi yang terakhir, dan menjadi pelajaran bagi banyak pihak.

Bila kita telisik apa sebenarnya yang dibutuhkan manusia? Kita tentu ingat saat kita masih kecil dahulu saat kita ditanya mau jadi apa nak? Kita menjawab dengan berbagai keinginan.
Sudah tamat sekolah, ingin melanjutkan kuliah, sudah kuliah ingin mencari kerja, sudah kerja ingin menikah, sudah menikah ingin punya anak, ingin punya rumah, ingin punya mobil, ingin punya jabatan, setelah semua kita punya, setelah semua yang kita inginkan sudah digenggam tangan, mengapa kita belum merasa bahagia? Saat kita berada dipuncak sukses belum merasa bahagia, apa yang menyebabkan semua ini?

Mungkin rasa syukur kita kepada Allah yang masih kurang, kita sering mengabaikan suara hati yang menajadi alarm ada tanda bahaya pada diri kita, bukankah hati yang menjadi pusat rasa kebaikan dan keburukan, bukankah hati yang bisa menilai suatu yang buruk dan yang baik?
Allah mengilhami sukma kebaikan dan keburukan, maka beruntunglah bagi mereka yang mensucikannya dan rugilah bagi mereka yang mengotorinya
QS: Asy Syams : 8-10

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? sungguh bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada
QS: Al Hajj : 46

Mungkin selama ini kita masih terlalu mencintai dunia hingga kita lupa siapa kita, dari mana kita berasal, mau kemana dan apa tujuan hidup kita, bukankah kita dahulu tiada, yang dengan kekuasaan-Nya air yang hina itu dijadikan segumpal darah kemudian desempurnakan menjadi seorang manusia di dalam rahim seorang ibu, masih ingatkah kita dengan perjanjian kita kepada Allah? Saat Allah menanyakan kepada ruh kita?
….Allah berkata : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Manusia menjawab : Iya kami bersaksi Engkaulah Tuhan kami……
QS: Al A’raff : 172

Tak ada alasan untuk kita lupa, tak ada alasan untuk kita lalai, bila suatu masa kita ditanyakan kembali.
Bukankah kita manusia di ilhammi IQ, EQ dan SQ bila mampu menyatukan menjadi satu kesatuan kita menjadi manusia paling bahagia.

Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual (ESQ) menggambarkan dengan sebuah permainan masak-memasak, sekarang bayangkan kita ingin membuat sebuah masakan didepan kita sudah ada bahan-bahannya:
  1. Tepung ketan 500 g
  2. Tepung kanji 4 sdm
  3. Kacang hijau 200 g
  4. Kelapa parut (agak muda) 100 g
  5. Wijen 100 g
  6. Gula merah 200 g
  7. Garam 3 sdt
  8. Pandan 2 lembar
  9. Air 400 ml
  10. Air kapur sirih 2 sdm
  11. Santan mendidih 400 ml
  12. Minyak goreng secukupnya
Kira-kira dari bahan tersebut diatas akan menjadi kue apa? Mungkin ada yang mejawab itu bubur kacang hijau, donat dan sebagainya, mengapa demikian? Ya anda betul, karena tidak ada resepnya atau cara membuatnya, sekarang kita akan membuatnya dengan mengikuti tata caranya :

Bahan isi disiapkan dengan cara kacang hijau direbus dengan 400 ml air sampai lunak.
  1. Gula merah, 1 sendok teh garam, daun pandan,dan kelapa parut dimasukkan.
  2. Semua bahan tersebut direbus sampai matang dan padat, kemudian diangkat dan didinginkan.
  3. Bahan isi yang padat tersebut dibentuk menjadi bola-bola kecil sebanyak 32 buah.
  4. Bahan kulit disiapkan dengan cara tepung ketan dan tepung kanji dicampur, ditambahkan air kapur sirih.
  5. Santan panas disiramkan sedikit demi sedikit dan diuleni sampai adonan terasa liat.
  6. Adonan dibagi menjadi 32 bagian yang dibulatkan.
  7. Satu bahan kulit dipipihkan, di dalamnya diisi dengan satu bahan isi, kemudian adonan dibulatkan kembali.
  8. Adonan digulingkan ke dalam wijen hingga seluruh permukaannya tertutup oleh wijen.
  9. Adonan berwijen digoreng dengan minyak suam-suam kuku.
  10.  Beberapa lama kemudian, setelah mengapung, api dibesarkan kemudian digoreng sampai berwarna kuning,  Kemudian diangkat, ditiriskan, dan didinginkan.
  11. Lalu disajikan.
Kalau begitu jawabannya? Ya anda benar itu adalah Onde-Onde.
Kalau begitu bagaimana dengan kita manusia? Bukankah kita memiliki bahan baku yang sama, kita punya IQ, kita punya EQ, kita punya SQ, mengapa hasilnya berbeda, ada manusia menjadi koruptor, penipu, menyenangi narkoba, apa yang salah dari semua ini? Mungkin resepnya yang salah, tidak mampu mengolah bahan baku yang telah diberikan.

Lebih lanjut menurut Ary Ginajar Agustian, pusat orbit harus memiliki daya tarik sendiri. Pusat orbit itu adalah SQ yang diletakkan sebagai pusat gerakan dimensi spiritual. Sedangkan EQ yang melingkari SQ, menunjukkan bahwa EQ digunakan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Pada lingkaran EQ ini terletak dimensi emosional. Selanjutnya pada deminsi fisik, yaitu lingkaran terluar terdapat IQ yang bergerak mengelilingi pusat orbit yaitu SQ, hal ini melukiskan bahwa setiap langkah fisik seperti aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, beribadah dan berpolitik dan sebagainya harus tetap mengorbit kepada nilai-nilai spiritual.

Lintasan EQ dan IQ yang mengorbit pada SQ memiliki sebuah kekuatan tersendiri yang tidak bisa diubah-ubah, seperti halnya garis edar planet-planet yang mengelilingi pusat galaksi. Demikian pula apabila pusat orbit itu kita ganti, maka hancur pulalah tatanan jiwa dan tatanan sosial kita. Sudah banyak contoh yang menunjukkan manakala manusia mengganti pusat edarnya dengan kepentingan materi, golongan, jabatan atau diri sendiri, maka hancurlah diri kita atau bangsa kita seperti yang kita alami dan rasakan sekarang ini.

Dengan demikian jelaslah bahwa antara IQ, EQ dan SQ mempunyai hubungan kerja yang sangat erat satu dengan yang lain, saling bersinergi dan saling mendukung. walau masing-masing mempunyai wilayah dan kekuatan tersendiri dan bisa berfungsi secara terpisah.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak dapat diubah-ubah fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
QS : Ar Ruum. 30

Demikian semoga bermanfaat bagi kita sekalian khususnya penulis sendiri.
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
QS: An Nashr 1-3

Writed by Medi Ramadhan